Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba.
(more…)
5 April 2007 jam 07:45pm
zty
Malam minggu? Buat aku nggak ada acara yang lebih menarik dari nonton bola. Walau banyak pilihan, Liga Inggris selalu jadi pilihan, apalagi kalau Liverpool yang main, Shalat Isya’ bisa ditunda, atau kalau perlu shalat tahajud bila harus nonton tengah malam. Singkat kata, pokoknya football gitu loh …..
Tapi malam itu aku putuskan untuk tidur lebih awal, karena sang idola tidak ada dalam jadwal tayang. Beruntung ada tayangan menarik La Liga Spanyol dini hari, duel el-clasico antara Real Madrid dan Barcelona , sehingga aku berharap bisa bangun dan menyaksikan pertarungan dua klub raksasa dari semenanjung Iberia itu.
(more…)
4 April 2007 jam 11:32pm
Sybth Tarmasa
Sudahkah kita mengenal Tuhan?. Belum. Kita belum pernah mengenal Tuhan, karena kita belum sungguh-sungguh mencarinya. Jangankan mencari Tuhan, kita menjadi Islam saja hanya karena kebetulan dan begitu saja. Kita percaya begitu saja apa kata orangtua. Juga kata guru ngaji kita di surau, yang pengetahuan agamanya sebatas Iqro’ dan Usholli.
Apa sebenarnya yang membuat kita tak mau mencari tahu tentang Tuhan? Padahal, seorang Ibrahim , Bapak Monotisme kita, butuh waktu lama untuk menemukan keyakinan akan Tauhidillah , melalui perjalanan spiritual yang melelahkan di antara belantara berhala yang dituhankan sang ayah. Pengembaraannya yang pantang menyerah akhirnya berhasil meruntuhkan simbol-simbol tuhan yang menyesatkan di sekitarnya, walau tak sampai membuat sang ayah dinaungi hidayah. Bahkan Musa As berani menantang Tuhannya bertatap muka demi meneguhkan keyakinannya. Keberaniannya yang kelewat batas telah menggiringnya menuju Sinai menemui Sang Khaliq. Walau pada akhirnya Musa tak mampu menatap keagungan-Nya, perbincangan dengan Sang Khaliq semakin mengokohkan benteng keyakinannya, bahkan berhasil menenggelamkan kepongahan Firaun, sang ayah angkat yang mentahbiskan diri sebagai Tuhan. Belum lagi Nuh As , yang rela bersabar 5 abad lebih menunggu janji Tuhan. Kesabarannya menanam pohon selama 500 tahun untuk sebuah bahtera di atas bukit adalah aneh dan naïf bagi orang yang tak percaya akan rahasia Tuhan. Keteguhan akan sesuatu yang diyakininya, sembari berharap umatnya mau mengikuti ajakannya menuju Tauhidillah, berbuah banjir bah yang menenggelamkan mereka yang congkak dan sombong, tak mau mengikuti ajakannya, termasuk sang istri dan Kan’an, anaknya yang tak luput dari ganasnya banjir yang mengejar sampai ke puncak gunung keangkuhan dan kesombongannya.
(more…)
4 April 2007 jam 11:23pm
Sybth Tarmasa
Huhuy! Kesannya gimanaa gitu. Bukan sulap bukan sihir, dan ini juga bukan judul film tandingan Eiffel, I’m in Love . Ini sekadar judul yang moga saja efek’-nya bisa lebih dalem lagi tentang perasaan cinta kita kepada Islam. Tul nggak seh? Moga juga bikin kamu tambah kesengsem kepada Islam. Karena apa? Karena jatuh cinta sama Islam bikin segalanya tampak indah. Bener lho, kagak bo’ong!
Sobat muda muslim, banyak jalan untuk jatuh cinta. Banyak ragam cara kita menemu-kan cinta. Itu sebabnya, nggak usah heran bila akhirnya banyak pula yang langsung lengket-masket kepada apa yang dia cintai. Jatuh hati setengah mati.
Nah, ngomong-ngomong soal Islam, ternyata banyak manusia yang tergoda dan akhirnya tulus mencintai agama Allah yang risalahnya dibawa Muhammad saw. ini. Abisnya, pesona Islam bikin hidup lebih hidup sih. Jadi, siapa pula yang tega menelantarkannya? Kayaknya itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang nggak kenal sama Islam dan satu lagi, yang membenci Islam. Setuju? Kudu! (maksa banget neh!)
Tipe yang manakah kamu? Kayaknya masih mending deh kalo sekadar belum kenal sama Islam. Itu bisa kita upayakan untuk mengenal-nya lebih dekat, lebih dalem, dan lebih intim. Kata pepatah, tak kenal maka ta’aruf Hehehe.. bener dong. Kalo nggak kenal ya, kita kenalan. Biar tambah kenal. Terus, ujungnya kita bisa sayang tuh. Betul?
(more…)
4 April 2007 jam 11:03pm
zty
1. Akan mendatangkan Rahmat Allah
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. 39 : Az Zumar : 53)
2. Akan melahirkan Ketenangan/ketentraman Batin
“Barang siapa yang membiasakan Istighfar, maka Allah akan membebaskan dari segala kesusahan, melapangkan dari segala kesempitan, dan memberikan Rezeqi dari yang tidak disangka-sangka.” (Q.S. H.R. Abu Daud, NAsai, Ibnu Majah, Hakim)
3. Akan membersihkan Jiwa/Qolbu dan Spiritual kita
“Sesungguhnya dalam Qolbu itu ada karat seperti pada tembaga/besi, maka bersihkanlah karat itu dengan Istighfat dan taubat.” (H.R. Baihaqi)
(more…)
28 Februari 2007 jam 05:56am
zty
Dalam sebuah hadits diceritakan, pada zaman dahulu ada seorang lelaki wukuf di Arafah. Dia berhenti di lapangan luas itu. Pada waktu itu orang sedang melakukan ibadah haji Wukuf di Arafah yang tidak lain adalah rukun haji yang sangat penting. Bahkan pada sebagian riwayat Wukuf di Arafah itu disebut sebagai haji yang sebenarnya karena apabila seorang itu berwukuf dipadang Arafah dianggap hajinya telah sempurna walaupun yang lainnya tidak sempat dilakukan sebagaimana Sabda Rasululluh Mengatakan :
“Alhajju Arafat ( Haji itu wukuf di arafah)”
(more…)
28 Februari 2007 jam 05:33am
zty
- Yakin tidak ada pencipta selain Allah
- Yakin tidak ada pemilik selain Allah (tidak punya sekutu dalam kekuasaan)
- Yakin tidak ada yang memberi Rezeqi selain Allah
- Yakin tidak ada yang bisa memberikan kehidupan dan kematian selain Allah
- Yakin tidak ada yang mengatur selain Allah
- Yakin tidak ada yang berhak untuk menentukan aturan hidup selain Allah (otoritas asa ditangan Allah)
- Yakin tidak ada yang bisa memberi manfaat dan madhorot selain Allah
(more…)
6 Februari 2007 jam 12:11am
zty
“KH. Bisri Musthofa menjawab”dicuplik dari buku ” dicuplik dari buku Apa, Bagaimana dan Siapa Itu Ahlussunnah Wal Jamaah”
Di zaman Rasulullah Abu Bakar dan Umar, adzan Jum’at itu terdapat hanya sekali. Tetapi di zaman Utsman bin Affan, menjadi dua kali. Apakah itu tidak mengubah sunah Rasul?
Dua kali itu artinya sekali ditambah sekali, bukan? Apakah saudara dapat menunjukkan dalil yang melarang menambah adzan satu kali?
Betul. Akan tetapi ayat:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا
(Al-Asyr ayat ‘8′)
Memerintahkan supaya kita mengambil apa yang diberikan oleh Rasul kepada kita.
Kita sudah menjalankan satu kali. Itu adalah yang diberikan Rasulullah kepada kita, dengan tambahan satu kali. Tambahan satu kali ini meskipun tidak diperintahkan, apakah dilarang? Bukankah perbuatan itu ada yang dilarang, ada yang diperintahkan dan ada pula yang tidak dilarang, dan juga tidak diperintahkan. Sehingga di dalam istilah mantiq disebut “Maani’ul jam’i jaizul kholwi” saudara harus dapat membedakan antara ibarat
- ambilah yang hijau, dan tinggalkan yang merah,
- ambilah yang hijau, dan tinggalkan yang lainnya.
(more…)
27 Desember 2006 jam 03:47am
e_dhiem@z
“KH. Bisri Musthofa menjawab”dicuplik dari buku ” dicuplik dari buku Apa, Bagaimana dan Siapa Itu Ahlussunnah Wal Jamaah”
Berdasarkan hadits:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّّوْا بَعْدَهُمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِى
Maka landasan hukum di dalam Islam itu hanya dua, yaitu al-Qur’an dan Hadits. Mengapa di dalam kitab-kitab madzhab Syafi’i ada dua masukan sebagai landasan hukum, ijma’ dan qiyas?
(more…)
27 Desember 2006 jam 03:41am
e_dhiem@z
Sayyidah Aisyah Ra, yang termasuk salah satu Ummul Mu’minin ternyata pernah mempunyai rasa cemburu juga, dikisahkan dalam sebuah atsar, bahwa pada suatu hari Beliau sudah tidak dapat menahan rasa cemburunya lagi atas salah satu sikap Rosululloh SAW. selama ini, maka beliau memberanikan diri untuk bertanya, “Wahai Rosululloh SAW, dihadapanmu kini telah ada aku istrimu yang masih muda dan cantik jelita, tapi mengapa setiap kali kita akan makan bersama, selalu saja aku harus menyediakan 3 piring, 2 piring untuk kita berdua, dan sepiring lagi disedekahkan yang pahalanya untuk almarhumah Sayyidah Khadijah RA, kenapa wanita tua yang telah tiada itu selalu Engkau kenang dihadapanku, tiada cukupkah diriku bagi Engkau ya Rosul SAW?”
(more…)
18 Oktober 2006 jam 04:36am
e_dhiem@z
Selanjutnya »