Larangan Ngampung
22 Mei 2007 jam 11:12pm cashe
وفى اختيارلا يجئل المنفص X إذاتأت أن يجئ المتصل
Berangkat dari pendekatan kontekstual bait di atas, akan coba Q-ta adaptasikan dengan peraturan pondok yang mengintruksikan agar santri slalu komit dan konsis di pondok serta ngelarang perilaku “Ngampung”, yaitu maen ke kampung hingga ngeninggalin kegiatan wajib.
Dari bait وفى اختيارلا يجئ المنفصل dapat Q-ta asumsikan menjadi sebuah pengertian bahwa tindakan منفصل , yaitu santri yang memisahkan diri / keluar dari komplek pondok untuk maen di kampung hingga meninggalkan kegiatan merupakan larangan besar. Mengapa demikian?
Dengan semakin banyak frekuensi maen di kampung maka akan semakin banyak waktu yang terbuang percuma. Dan semakin banyak waktu yang terbuang percuma maka akan semakin banyak kerugian dan semakin banyak kerugian berarti semakin dekat dengan kegagalan, khususnya kegagalan dalam belajar.( If U think U can U can)
Pun indikasi negatif dari tindakan ngampung buanyak sekali, kayak sering absen dalam beberapa kegiatan baik klasikal, asrama, organisasi de el el serta berpotensi ngeganggu konsentrasi study bahkan santri yang terlalu banyak ngampung akan cenderung terisolasi dari pergaulan temen-temen santri laennya.(Kecian deh lu!)
Kunci sukses belajar adalah komitmen, konsisten plus konsentrasi dalam masa study, so pasti Antum akan ngeraih Happy Ending, amien.
Entry Filed under: Artikel Islami
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed