Posts filed under 'Ensiklopedia Islam'

Andalusia, Riwayatmu Kini….

Malam minggu? Buat aku nggak ada acara yang lebih menarik dari nonton bola. Walau banyak pilihan, Liga Inggris selalu jadi pilihan, apalagi kalau Liverpool yang main, Shalat Isya’ bisa ditunda, atau kalau perlu shalat tahajud bila harus nonton tengah malam. Singkat kata, pokoknya football gitu loh …..

Tapi malam itu aku putuskan untuk tidur lebih awal, karena sang idola tidak ada dalam jadwal tayang. Beruntung ada tayangan menarik La Liga Spanyol dini hari, duel el-clasico antara Real Madrid dan Barcelona , sehingga aku berharap bisa bangun dan menyaksikan pertarungan dua klub raksasa dari semenanjung Iberia itu.

Tepat pukul 03.00 jam berdering. Walau setengah kantuk, keinginan untuk menyaksikan laga penuh prestige itu memaksaku meraih remote dan menghidupkan tv . Beberapa saat sebelum pertandingan, tayangan cuplikan preview pertandingan cukup membantu membelalakkan mata ini dan melepas kantuk, terlebih ada sesuatu yang menggoda, yang menuntun mata ini pada satu tulisan sponsor di kostum salah satu kesebelasan: “ Andalusia ……” Karena kantuk yang terus menggelayut, kata-kata itu samar-samar tak jelas dan diam-diam ikut terseret dalam alam bawah sadarku menelusuri jejak-jejak romantisme masa lalu kejayaan Islam di Bumi Andalusia .

000

Andalusia, atau semenanjung Iberia yang lebih dikenal dengan Spanyol dan Portugal saat ini, pernah menjadi simbol kejayaan Islam masa lalu. Sejak Islam memasuki Afrika Utara pada masa Khulafa Al-Rasyidin , kemudian Thariq Bin Ziyad tahun 711 M pada masa Daulah Umayyah , menyeberangi semenanjung Iberia, meruntuhkan satu persatu kerajaan2 Visigoth di pedalaman sebelah selatan Andalus. Bahkan dominasi Islam terus meluas dan berkembang pesat sejak masuknya Abdurrahman Al-Dakhil , pendiri Daulah Umayyah di Benua biru, yang sebelumnya berhasil luput dari maut pasca jatuhnya Damaskus ditangan Abasiah pada tahun 750 M dan meloloskan diri dalam penyamaran selama 6 tahun menuju Andalusia.

Kepemimpinan Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik Al-Dakhil sebagai Emir I dan berkuasa selama 23 tahun, oleh kalangan ahli sejarah, baik Islam maupun barat, dinilai paling berhasil karena pengaruhnya yang luar biasa dalam membangun sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan yang amat mengagumkan. Kemajuan ekonomi dan stabilitas politik yang begitu kuat, membuat kerajaan-kerajaan di sekitarnya, seperti Asturia di belahan utara jadi khawatir dan rela menyatakan tunduk serta bersedia membayar jizyah demi mengamankan wilayah kekuasaannya agar tak bernasib buruk seperti kerajaan2 Visigoth yang lenyap ( kecuali Malaga ) pada saat Thariq bin Ziyad menaklukkan wilayah ini.

Perjanjian damai dengan Asturia memberi manfaat bagi kelangsungan hidup Daulah Islamiyah karena dapat dijadikan sebagai wilayah penyangga sekaligus benteng pertahanan bagi kemungkinan serangan musuh. Hal ini terbukti pada saat terjadi pertempuran dengan pasukan Charlemagne pada tahun 778 M di daerah Catalunia , Aragon dan Navarre , yang dikenal dengan sebutan Batle of Roncesvalles , musuh berhasil dipukul mundur dengan kemenangan yang gilang gemilang.

Keperkasaan dan kehebatan Al-Dakhil pada masa pemerintahannya, ternyata tak dapat diwarisi oleh para penerusnya. Pasca wafatnya sang Emir tahun 788 M, hampir setiap pergantian Emir selalu dibarengi dengan konflik perebutan kekuasaan yang mengarah pada perang saudara, kecuali pada masa Emir Abdurrahman III ( 912-961) yang merupakan puncak kebesaran dan kemegahan Daulah Umayyah. Kelemahan-kelemahan para penguasa Islam akibat sering timbulnya persaingan menduduki jabatan Emir akhirnya berhasil dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam, termasuk Asturia yang pernah menjalin persahabatan dan tunduk atas Daulah Umayyah, lambat laun berkembang menjadi Kerajaan Castile dan Aragon, yang pada tahun 1492, dibawah pimpinan Ferdinand (1452-1516) dan Isabell (1451-1504) berhasil mengikis habis kekuasaan Islam di Bumi Andalusia.

Tapi, tahukah apa yang sebenarnya menjadi faktor rapuhnya kekuasaan Islam di Andalusia?. Seperti disebutkan oleh Aly Bin Hazim (994-1064), seorang ahli filsafat dan sejarah Islam kelahiran Cordova yang di barat biasa disebut dengan Alhazem, dalam karyanya yang berjudul Naqtul Arrusi , mengatakan :

“Pada masa permulaan ( Daulah Umayyah di Damsik ) tidak ada seorangpun yang naik tahta menjabat Khalifah itu ibunya seorang sahaya, kecuali Yazid dan Ibrahim ibn Al-Walid. Pada masa Abasiyah tidak seorangpun yang naik tahta menjabat Khalifah itu ibunya berasal dari wanita merdeka, kecuali Al-Syafah, Al-Mahdi dan Al-Amin. Dan pada masa Daulah Umayah di Andalusia , tidak seorangpun diantara pejabat Khalifah (Emir) yang ibunya berasal dari wanita merdeka…”

Bila dalam lingkungan istana saja demikian adanya, bagaimana dengan kalangan pembesar yang lain?. Perkawinan campur dengan wanita setempat yang didapat dari tawanan perang itulah yang barangkali menjadi indikasi rapuhnya kekuasaan Islam yang sempat menghijaukan benua biru lebih dari 700 tahun (711-1492) !

000

Gol ……..” teriak supporter El-Barca dari balik layar kaca menyambut hattrick Lionel Messi yang merubah skor menjadi 3-3, membangunkan aku dari tidur sekaligus mengakhiri laga Barcelona versus Real Madrid.

ah, ternyata aku telah terbawa mimpi begitu jauh ”, gerutu hati ini. Tak terasa waktu berputar begitu cepat. Bayangan akan kebesaran Cordova, Granada , Valencia ,Sevilla dengan segala kemegahan dan keagungannya dalam sekejap telah berubah. Kini, bila mendengar nama-nama itu, ingatan ini lebih dekat dengan klub2 sepakbola papan atas Liga Spanyol yang tiap pekan menyelinap masuk kamar, mengganggu kekhusukan tahajud. Nama-nama itu tak bisa lagi mengingatkan pada kebesaran nama Ibnu Malik , Ibnu Hazmi juga Ibnu Rusdy yang tak sepopuler Frederic Kanoute, David Villa atau Fernando Morientes yang terdengar lebih familiar dengan telinga ini.

Thit..thit…thit …” terdengar sayup2 dering nada SMS dari ponsel bututku :

Yes!! Sevilla kalah 0-1 dari Gimnastic!Sori dab,Barca terlalu tangguh untuk disalip”

Demikian bunyi pesan singkat itu.

Dasar Samsul ….” umpatku dalam hati. Ejekan dalam SMS yang dikirim Samsul, temenku terasa bagai pukulan godam yang membuatku terkapar kembali ke peraduan mimpi. Sayang, jejak-jejak kemegahan istana Al-hambra tak mampu lagi kutemukan.

Jogja, 12 maret 2007

Add comment April 4th, 2007


Pages

Calendar

September 2010
S A S S R K J
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Posts by Month

Posts by Category