Tremas : “Wajib ain, lanang wadon luru ilmu, ojo leren sa’durung ilang bodomu” , itulah senandung qosidah rebana mengawali malam Iftitahunnasyathot ( Pembukaan Kegiatan ) Organisasi Santri Madrasah Salafiyah ( OSMA ) dan Organisasi Daerah (ORDA) yang ditandai dengan pelantikan Pengurus masa bhakti 1427 - 1428 H / 2006-2007 M.
Gus Luqman Al Hakim Haris dalam sambutannya menyampaikan banyak harapan utamanya kepada seluruh pengurus untuk melaksanakan amanah sebaik-baiknya sebagai bekal kelak nanti terjun dimasyarakat.
Organisasi menurut beliau bisa artikan dalam 2 persepsi, pertama sebagai “organ” berarti anggota tubuh dan juga sebagai alat musik, dimana keduanya membutuhkan kerjasama yang apik sehingga sesama organ tubuh bisa saling berkerja sama dalam menghasilkan kinerja, dan juga sebagai alat musik mampu menghasilkan irama yang indah.
Dalam kesempatan ini pula beliau menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini, Pondok Tremas akan melaunching stasiun radio pengajian dan syiar Islam dengan nama ” Attarmasie Broad Casting Radio ” (ABC Radio ) dimana target audiennya adalah para alumni dan masyarakat sekitar yang ingin mengikuti pengajian dan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh Pondok Tremas. Sebagai penanggung jawabnya beliau menunjuk Gus Mu’adz dibantu beberapa asaatidz dan santri yang memenuhi kualifikasi.
23 November 2006 jam 08:30pm
Ust. Jamaluddin Alghozi
Tremas : Selasa pagi, tanggal 15 Syawal 1426 H / 07 November 2006, seluruh santri Perguruan Islam Pondok Tremas mengikuti Haflah Iftitahuddirosah (Pembukaan Tahun Pelajaran) bertempat di serambi Masjid dan di Aula.
Acara yang juga diikuti oleh para asaatidz dan para sesepuh pondok ini diawali dengan pembacaan kalimah thoyyibah dan tahlil yang dipimpin Ust. Khoirul Airifin dan dilanjutkan dengan sambutan- sambutan dan beberapa pengumuman dari Sekretariat Pondok.
Gus Luqman selaku ketua Majlis Ma’arif dalam sambutannya menekankan kepada santri untuk lebih giat lagi dalam belajar, khususnya memanfaatkan waktu untuk membaca dan membuka buku atau kitab di Perpustakaan Induk yang telah diresmikan oleh Menteri Agama RI 12 April silam. Bahkan beliau bersama para guru akan membentuk tim untuk menerbitkan buku-buku atau kitab yang merupakan produk dari Tremas.
7 November 2006 jam 10:00am
Ust. Jamaluddin Alghozi
Tremas : Alhamdulillah setelah hampir 2 bulan KBM di Perguruan Islam Pondok Tremas libur, maka kemarin pada tanggal 15 Syawal 1427 H secara resmi dibuka kembali.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Iftitah Majelis Ma’arif pada malam Selasa tanggal 15 Syawal 1427 H bertempat di aula Pondok Tremas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Majelis Ma’arif termasuk para pimpinan / pengasuh pondok.
KH Fu’ad Habib Dimyathi selaku Pimpinan Pesantren dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh jajaran majelis ma’arif untuk selalu berpikir progresif dalam pengembangan mutu pendidikan di lingkungan Perguruan Islam Pondok Tremas. beliau mengutip pengendikane Almaghfurlah KH. Habib Dimyathi, bahwa “Kita harus maju meski harus jeglok-jeglok”. Hal ini juga di amini oleh KH. Luqman Harits Dimyathi selaku ketua Majlis ma’arif, bahwa beliau telah membuat Master Plan pengembangan Pondok dimasa mendatang sebagaimana amanat dari Musyawarah Besar Alumni pada tanggal 12 April silam.
7 November 2006 jam 08:30am
Ust. Jamaluddin Alghozi
Bapak Sofjan A Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika sedang melakukan
chatting live dengan Wakil Bupati Way Kanan di Pondok Pesantren Tremas
Tremas : Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka Community Access Point (CAP) yang ditempatkan di Perguruan Islam Pondok Tremas, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dengan adanya fasilitas tersebut, kini sekitar dua ribu orang santri dan para guru dapat memperluas wawasan mereka dengan mengakses informasi melalui Internet dan meningkatkan keahlian mereka dibidang Teknologi Informasi dengan menggunakan fasilitas komputer yang tersedia di CAP.PT Microsoft Indonesia dalam program ini mengkontribusikan software Microsoft Office XP Professional dan pelatihan kepada 15 orang santri yang didedikasikan sebagai pelatih bagi para santri lainnya dalam program Train Of Trainers. Program pelatihan ini akan dilaksanakan selama 2 kali dalam kurun waktu 6 bulan.
(more…)
12 April 2006 jam 05:35pm
e_dhiem@z
Tremas :Pada sambutannya di Ponpes Tremas, Pacitan, Rabu (12/4) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terimah kasih pada pimpinan Wuahei, Microsoft Indonesia, PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Telkom dan yang berpartisipasi karena Community Acces Point bisa terlaksana. Demikian juga telah diresmikannya pengoperasian komunikasi pedesaan mencakup 8 kabupaten di Jatim dan Jateng, serta 1 Kabupaten Lampung ini.”Sedang kepada para santri, pengurus dan alumni pesantren ini saya berbangga hati dan bersyukur atas perkembangan kemajuan Perguruan Islam Ponpes Tremas Pacitan yang didirikan sejak 1830, dan telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut Presiden SBY, para alumni adalah asset bangsa dan asset ummat yang sangat berharga. “Para santri dan alumni ini adalah insan-insan muslim yang memahami ajaran Islam dengan prinsip – prinsip keikhlasan, kesederhanaan dan kebebasan, Ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wahdaniyah yang merupakan pilar penting dalam mempertahankan dan mengembangkan perguruan ini. Prinsip-prinsip itu akan sejalan dengan kemajuan jaman. Dalam segala aspek kehidupan, kita perlu menjaga keikhlasan dalam beramal saleh, sederhana dalam penampilan namun tetap cerdas dalam berpikir dan berahklak mulia,” tambah Presiden.
Presiden juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memakmurkan mesjid atas dasar iman yang teguh akhlak yang mulia dan ibadah yang ikhlas, dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan ridha Allah S.W.T. “Dan kepada para Alumni Ponpes yang akan melaksankan Mubes, saya minta, tampillah sebagai pemimpin Islam sejati. Sebagai pemimpin –pemimpin di negeri ini, bahkan pemimpin dunia yang membangun dunia dengan damai, adil, demokratis, dan sejahtera,” kata Presiden.”Insya Allah, kalau kita benar-benar ikhlas menjalankan semua itu sebagai bagian dari ibadah kita, sebagai bagian perjuangan kita sambil memohon ridha Allah, maka akan terbuka jalan di depan kita karena Allah akan membuka jalan yang mulus di depan kita,” katanya.
Mengenai masjid Ponpes Tremas ini, Presiden SBY berharap agar masjid ini diisi dengan berbagai kegiatan dalam upaya menyemarakkan syiar Islam. “Kita juga harus memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan masjid sebagai pusat dakwah Islam. Masjid adalah pusat ibadah umat Islam mulai dari ibadah yang bersifat ritual sampai ibadah yang bersifat sosial, masjid memiliki peran sangat vital dalam dakwah pengembangan umat Islam.”
Dikatakan, dalam sejarah Islam sendiri Nabi Muhammad SAW telah menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ummat, sebagai pusat tarbiyah, sebagai pusat pendidikan, dan sebagai pusat pembinaan para sahabat dan pembentukan karakter bagi para sahabat sehingga memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh,” kata Presiden, pada peresmian pemugaran masjid Ponpes Tremas, Pacitan. (nnf)
12 April 2006 jam 05:15pm
e_dhiem@z
Selanjutnya »
« Sebelumnya